BULAN Muharram
atau yang lebih dikenal masyarakat Jawa dengan nama bulan Syuro adalah
bulan pertama dalam kalender hijriyah. Tahun ini bulan Muharram jatuh
pada tanggal 14 Oktober 2015. Bulan Muharram memiliki keagungan yang
sangat tinggi dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, bukanlah bulan yang
mendatangkan bala (bencana) atau bulan sial, sebagaimana dipahami
masyarakat awam.
Bulan ini adalah bulan di mana Allah muliakan dan Rasulullah serta
para sahabatnya mengagungkannya. Sepatutnya juga kita mengagungkan bulan
ini dengan meningkatkan ibadah dan amal shalih, baik secara kuantitas
dan kualitas.
Di dalam syariat Islam telah dijelaskan kemuliaan/keagungan bulan Muharram. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي
كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا
أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ
أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas
bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi,
di antaranya empat bulan haram.
Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri
kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu
semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah
bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. AT Taubah: 36)
Empat bulan suci tersebut adalah bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sebagaiman sabda Rasulullah yang artinya :
السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ
مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ
مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Satu tahun itu ada 12 bulan. Di antaranya ada 4 bulan haram,
yaitu 3 bulan berturut-turut, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram serta
Rajab yang berada di antara bulan jumada dan sya’ban.” (HR. Bukhari no 2958).
Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, “Di namakan bulan haram Karena ada 2 alasan.
Pertama, karena diharamkan pembunuhan pada bulan tersebut sebagaiman hal ini juga diyakini orang jahiliyyah.
Kedua,
karena pelanggaran untuk melakukan berbagai perbuatan haram pada bulan
tersebut lebih keras dari pada bulan-bulan lainnya. (lihat Zadul Maysir,
Ibnu Jauziy).
Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma menjelaskan tentang firman Allah surah
at-taubah ayat 36 di atas, “Allah menghusukan 4 bulan yang haram dan
menegaskan keharamnnya. Allah juga menjadikan dosa pada bulan tersebut
lebih besar. demikian pula pahala amal saleh pada bulan tersebut juga
menjadi lebih besar.
Sangat disayangkan sebagian kaum muslimin masih percaya dengan
berbagi mitos tentang bulan suro. misalnya, masih banyak yang takut
mengadakan acara pernikahan di bulan suro dengan alasan bisa
mendatangkan sial, seperti perceraian, dililit utang, atau yang lain.
ada yang takut bepergian jauh di bulan suro dengan alasan bisa
mendatangkan sial, seperti kecelakan, kematian, kerugian, atau yang
lain. mereka menunda aktivitasnya ke bulan yang lainnya.
Semua ahli tafsir sepakat bahwa empat bulan yang tersebut dalam ayat di atas adalah Zulqa’dah, Zul-Hijjah, Muharram dan Rajab.
Ketika haji wada’ Rasulallah bersabda : Dari Abi Bakrah RA bahwa Nabi bersabda:
“Setahun
ada dua belas bulan, empat darinya adalah bulan suci. Tiga darinya
berturut-turut; Zulqa’dah, Zul-Hijjah, Muharram dan Rajab”. (HR. Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad).
Dalam hadist di atas Nabi SAW hanya menyebut nama empat bulan, dan
ini bukan berarti selain dari nama bulan yang disebut di atas tidak
suci, karena bulan Ramadhan tidak disebutkan dalam hadist diatas. Dan
kita semua tahu bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan
kesucian, ada Lailatul Qadar (malam kemuliaan), juga dinamakan dengan
bulan rahmat, maghfirah dan pembebasan dari api neraka.
Ibnu Rajab al-Hambali ( 736 – 795 H ) mengatakan, Muharram disebut dengan
syahrullah (bulan Allah) karena memiliki dua hikmah.
Pertama, untuk menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan Muharram.
Kedua, untuk menunjukkan otoritas Allah SWT dalam mensucikankan dan memuliakan bulan Muharram